Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

100+ Pantun Penutup Pidato : Sekolah, Bijak, Lucu, Acara Pernikahan

 Contoh pantun penutup pidato

Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kepada kalian 100+ Contoh Pantun Penutup Pidato sekolah, bijak, lucu dan acara pernikahan di tahun 2020 ini. Sebelum memulainya terlebih dahulu kita memahami dulu apa itu arti pantun?

Pengertian Pantun

" Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "penuntun". Dikutip dari id.m.wikipedia.org

Pantun Penutup Pidato Sekolah

Penjahit benang di dalam peti,
Ibu Tuti menjahit kebaya,
Saya pamit untuk undur diri,
Terima kasih atas perhatiannya.

Kemumu di dalam semak,
Lari terbang mendengar babat,
Terima kasih telah menyimak,
Semoga bisa memberi manfaat.

Pergi ke pasar menjual rambutan,
Pasar dibuka pagi senin,
Sampai jumpa teman-teman,
Semoga bertemu di kesempatan lain.

Kalau ada sumur di ladang,
Bolehlah menumpang mandi,
Kalau ada umur yang panjang,
Semoga bisa berjumpa lagi.

Kota Mekkah di Negeri Arab,
Tempat Orang Naik Haji,
Salam pertama tak terjawab,
Semoga tidak ku ulangi lagi.

Pak Mamat punya burung Kenari,
Burung dijemur hingga siang,
Pembicaraan berakhir sampai disini,
Salah dan janggal mohon maafkan.

Bayi merangkak di atas tanah,
Merangkak hingga ke belakang rumah,
Semoga pidato ini jadi berkah,
Untuk lentera di alam barzah.

Karena godaan si tampan rupa,
Maka terayu putri mahkota,
Mohon maaf atas segala kata,
Yang mungkin mengusik lautan jiwa.

Sapi disembelih berlumur darah,
Potong dagingnya di hari Qurban,
Mohon maaf segala salah,
Juga khilaf mohon dimaafkan.

Pisau diasah di pagi hari,
Bawa ke kebun untuk merumput,
Berakhir sudah pidatoku ini,
Semoga bisa memberi manfaat.

Pantun Penutup Pidato Bijak

Sudah tua sakit punggung,
Tetangga mati ikut melayat,
Bukan maksud untuk menyinggung,
Saya ceramah sampaikan ayat.

Anak lulus sudah ujian,
Tinggal tunggu siapa meminang,
Kalau sudah dengar pengajian,
Hati adem pikiran tenang.

Mangga harum namanya kueni,
Sayang sedang sakit gigi,
Ceramah saya sampai disini,
Besok yuk ngaji lagi.

Badan Gemuk Banyak Lunak,
Kalau lebaran buat ketupat,
Terimakasih sudah menyimak,
Moga presentasi bawa manfaat.

Besok ramai sunatan massal,
Juragan ikan hendak berlayar,
Jangan marah jangan menyesal,
Jadilah hamba yang penyabar.

Bunga mawar bunga selasih,
Air manis sekarang hambar,
Cukup sekian terimakasih,
Jangan lupa selalu bersabar.

Raja ampat sangatlah indah,
Berlibur kesana membawa istri,
Salam pertama kurang meriah,
Biar ku ulang sekali lagi.

Pempek campur cuka,
Makan rujak banyak pepaya,
Kalau bapak ibu suka,
Bolehlah mengundang saya.

Jika hari sedang hujan,
Sungai kecil selalu di bersihkan,
Jika ingin selamat badan,
Perintah Allah yuk laksanakan.

Ada ikan ada mangga,
Sudah dimasak langsung dimakan,
Cukup sekian dari saya,
Kalau bertanya silahkan.

Pantun Penutup Pidato Lucu

Di China ada pendeta,
Berpidato tak henti cakap,
Semua sibuk entah mengapa,
Sehingga salam penutup tak terjawab.

Bertamasya ke penangkaran,
Melihat tiga anak buaya,
Jika ada yang ingin ditanyakan,
Silakan, sebelum saya lupa materinya.

Jalan-jalan ke Taman Mini,
Singgah sebentar membeli kuaci,
Pidato saya sampai disini,
Lain waktu kita sambung lagi.

Sungguh enak sayur buncis,
Dipulam bulat si buah pete,
Kututup pidato waktu sudah habis,
Bapak Kepala sudah mengode.

Jari telunjuk untuk menunjuk,
Cincin kawin di jari manis,
Kulihat teman-teman sudah ngantuk,
Tenang saja, pidatonya sudah habis.

Ke pulau seberang membawa barang,
Subuh hari berangkat berlayar,
Kalo pidatoku kurang panjang,
Silakan undang lagi, tapi bayar.

Burung elang si burung buas,
Jinak-jinak burung merpati
Kalau kawan-kawan belum puas,
Besok bisa kita ulang lagi.

Tahanlah pondok dengan kayu,
Untuk tempat makan berdua,
Jangan pada bubar dahulu,
Mari kita berdo’a bersama.

Sungguh enak ikan tuna,
Oleskan cabe menjadi pedas,
Cukup sekian dari saya,
Karna materinya sudah kandas.

Pergi berburu ke dalam hutan,
Bertemu rusa belang kaki,
Hanya itu yang bisa saya sampaikan,
Karena sayapun sudah lelah berdiri.

Pantun Penutup Pidato Acara Pernikahan

Ternak ternak si ikan teri,
Teri diternak dalam kolam,
Karena telah sampai di penghujung materi,
Ku akhiri dengan salam.

Mahal harganya si batu bacan, 
Bacan di beli di pesisir selatan,
Salam penutup aku ucapkan,
Semoga semua dalam lindungan-nya.

Gudang penyimpan si benih padi,
Padi di bawa di tengah sawah,
Semoga kita bertemu lagi,
Salam penutup jadi pemisah.

Motor matic tak pakai rantai,
Panaskan mesin di pagi hari,
Berpisah bukanya bercerai,
Semoga salam mempertemukan nya lagi.

Hari minggu cuci sepatu,
Sepatu dijemur di pagi hari,
Sampai jumpa di lain waktu,
Salam pembuka mempertemukan lagi.

Akhir kata

Itulah tadi contoh Pantun Penutup Pidato, semoga bisa bermanfaat untuk kalian yang sedang mencari tentang Pantun Penutup Pidato. Untuk kalian yang ingin menambahkan pantun silahkan tambahkan saja melalui kolom komentar yang ada di bawah, agar nantinya akan admin masukan ke postingan, terimakasih 🙏

Posting Komentar untuk "100+ Pantun Penutup Pidato : Sekolah, Bijak, Lucu, Acara Pernikahan"